Home » Adventure » Belajar Sejarah Sambil berwisata Di Kota Bandung

       Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu jenis wisata yang bisa kita lakukan di Kota Bandung. kita kali ini akan membicarakan mengenai beberapa destinasi wisata sejarah di Bandung. Lokasi wisata yang tak hanya bisa kita jadikan lokasi berlibur yang menyenangkan namun juga bisa menjadi tempat belajar dan menambah ilmu. Ada beberapa lokasi yang bisa kita kunjungi, Diantaranya adalah ;

1.Gedung Sate

Bangunan yang satu ini tentunya sudah banyak yang mengetahuinya. Sebagai salah satu spot foto di Bandung, kawasan gedung sate memang sangat terkenal. Rasanya tak lengkap jika berkunjung ke kota Bandung, namun tidak singgah sejenak di gedung ini. Bangunan yang berada di Jl. Diponegoro ini , Jawa Barat ini sudah terkenal sebagai icon Bandung da Jawa Barat.Selain itu gedung ini adalah kantor dari Gubernur

Gedung ini merupakan salah satu dari beberapa destinasi wisata sejarah di Bandung yang tak boleh kita lewatkan begitu saja. Ada banyak sekali nilai sejarah yang melekat pada gedung yang menjadi kantor gubernur Jawa Barat ini. Gedung yang dibangun pada tahun 1920 dan selesai pada tahun 1924 ini memang sangat megah hingga saat ini. Namun siapa yang menyangka bahwa gedung yang satu ini pernah menjadi lokasi pertempuran.

2. Jalan Braga Bandung

 

Jalan Braga adalah nama sebuah jalan utama yang terdapat di kota Bandung, Jawa Barat Indonesia. Nama jalan ini sudah cukup sangat dikenal sejak masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda.Sampai saat ini nama jalan tersebut tetap dipertahankan sebagai salah satu maskot dan salah satu objek wisata kota Bandung yang dahulu dikenal sebagai Parijs van Java

Awalnya Jalan Braga adalah sebuah jalan kecil di depan pemukiman yang cukup sunyi sehingga dinamakan Jalan Culik karena cukup rawan, juga dikenal sebagai Jalan Pedati (Pedatiweg) pada tahun 1900-an. Jalan Braga Bandung menjadi ramai karena banyak usahawan-usahawan terutama berkebangsaan Belanda mendirikan toko-toko, bar dan tempat hiburan di kawasan itu . Di Jl Braga sekarang terdapat mall yaitu   Braga City Walk sebuah kawasan yang berkonsep gabungan dari beberapa pusat keramaian seperti Tempat Shopping, Kondominium, maupun Bandung Hotel.Di sekitar Braga City Walk sendiri banyak terdapat bangunan kuno yang kerap dijadikan sebagai backgorund berfoto-foto, terutama bagi mereka yang datang ke Bandung dan ingin mengabadikan momen-momen penting.

3. Hotel Savoy Homan Bidakarya

Hotel Savoy Homann adalah hotel bintang empat yang berada di Jl. Jalan Raya Pos  dan berubah menjadi Jl Asia Afrika , Hotel ini dikenal akan arsitektur dan tamu-tamunya.

Pendahulu hotel ini adalah Hotel Homann, milik keluarga Homann, yang dikenal akan sajian rijsttafel buatan Ibu Homann yang lezat. Pada tahun 1939, bangunan yang sekarang dirancang dengan desain gelombang samudera bergaya art deco karya Albert Aalbers. Untuk menegaskan kebesarannya, kata “Savoy” ditambahkan, yang ditambahkan pada tahun 1940 dan tetap demikian hingga tahun 1980-an. Kemudian dilakukan modifikasi kecil-kecilan (pintu masuk diperbesar, pembuatan toilet di jalan masuk, penambahan AC di depan). Hotel ini memiliki pekarangan dalam (jauh dari jalan raya), dan tamu dapat menikmati sarapan di udara terbuka. Setelah Kemerdekaan Indonesia.Bangunan bergaya art deco ini menjadi hotel di mana para anggota Konferensi Akbar Asia-Afrika bermalam ,beristirahat di sini sebelum mengikuti konferensi yang digelar pada 1955 ini. Sebelumnya, hotel ini sempat dijadikan barak mewah para prajurit Jepang pada masa penjajahan  dan  hotel ini diambil alih oleh oleh grup hotel Bidakara, sehingga namanya bertambah menjadi Savoy Homann Bidakara Hotel

4.Gedung Merdeka 

Nah, nggak jauh dari Hotel Bidakara, terdapat Gedung Merdeka. Pada tahun 1955, Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika digelar di sini. Dirancang oleh Van Galen Last dan C.P Wolff Schoemaker, gedung ini menjadi saksi lahirnya Dasasila Bandung yang berisi tentang pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia paska rezim kolonialisme. Berbagai barang peninggalan konferensi tersebut masih dapat dilihat di museum ini. Sedangkan pada masa pendudukan Jepang, gedung yang satu ini disebut sebagai Dai Toa Kaman. Meskipun nama dari gedung ini berbeda tapi fungsi yang dimilikinya masih tetap sama yaitu sebagai pusat kebudayaan. Meskipun fungsi dari gedung yang satu ini selalu berubah-ubah, namun kemegahan dari gedung yang satu ini masih tetap sama

 

Itu tadi beberapa lokasi wisata sejarah yang bisa kalian kunjungi untuk liburan di Bandung ,kalian bisa menggunakan jasa Rental Mobil untuk memudahkan liburan anda  diBandung. Selain  bisa menjadi sebuah destinasi wisata yang unik dan menyenangkan. Kawasan tersebut juga bisa menambah pengetahuan kita mengenai sejarah di kota Bandung. Semoga informasi tadi bermanfaat

# Share this information with your friends

No comments yet

Please write your comments

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required.

Your Comment*Your Name* Email Address* Your Website

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Contact Us

If you have any questions, please contact us.